Kertas PL

Top Menu

  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami

Main Menu

  • Beranda
  • Liputan Berita
  • Artikel
  • Cerpen
  • Resensi
    • Buku
    • Film
    • Lagu
  • Galeri
    • Puisi
    • Gambar
  • Pengumuman
  • PL CUP XXIV
    • Opening PL CUP XXIV
    • Basket
    • Fashion Show
    • Futsal
    • Menyanyi
    • Poster
    • Mobile Legends
    • Bulu Tangkis
    • Fotografi
    • Valorant
    • Storytelling
    • Mewarnai
  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami

logo

Header Banner

Kertas PL

  • Beranda
  • Liputan Berita
  • Artikel
  • Cerpen
  • Resensi
    • Buku
    • Film
    • Lagu
  • Galeri
    • Puisi
    • Gambar
  • Pengumuman
  • PL CUP XXIV
    • Opening PL CUP XXIV
    • Basket
    • Fashion Show
    • Futsal
    • Menyanyi
    • Poster
    • Mobile Legends
    • Bulu Tangkis
    • Fotografi
    • Valorant
    • Storytelling
    • Mewarnai
  • LDK OSIS SMP PL JAKARTA TAHUN 2025

  • Juara Lomba Esai Tingkat Nasional

  • PL Art and Culture Festival 2025

  • Talk Show Warna Warni Profesi

  • Hari Kebangkitan Nasional 

ArtikelLainnya
Home›Artikel›Sehari Dalam Keheningan yang Penuh Makna

Sehari Dalam Keheningan yang Penuh Makna

By Tim Kertas PL
April 7, 2025
347
0
Share:

Sehari Dalam Keheningan yang Penuh Makna

Balqiz dan Grace - Komunitas Jurnalistik

 

Hari raya ini sudah identik sekali dengan keheningan, di mana semua aktivitas dihentikan secara sengaja. Hari raya Nyepi sangat istimewa bagi umat yang beragama Hindu. Terutama di pulau Bali, banyak sekali umat yang beragama Hindu–Bali terasa sunyi dan sepi–di sana 87%-90% penduduknya beragama Hindu. Hari raya Nyepi sendiri juga bertujuan sebagai penyucian diri, mengintropeksi diri, menciptakan kedamaian serta keharmonisan, serta menjaga tradisi dan budaya yang sudah ada sejak lama.

Hari raya Nyepi sudah diperingati sejak 78 M. Nyepi merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru saka. Nyepi, jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang diyakini sebagai hari penyucian dewa di pusat samudra. Umat beragama Hindu akan berdiam diri di rumah dan berdoa serta mendekatkan diri pada Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa.

Ada pula aturan yang perlu kita patuhi saat merayakan hari raya Nyepi yaitu, amati Geni (pantangan untuk menyalakan api, listrik maupun cahaya), amati Lelanguan (larangan untuk berfoya-foya atau bersenang-senang berlebihan), amati Lelungan (larangan untuk berpergian), dan terakhir amati karya (larangan untuk bekerja selama 24 jam).

Hari raya Nyepi di Bali terdiri dari serangkaian upacara dan ritual mulai dari Melasti, Tawur Kesanga (Mecaru), Pengerupukan, Nyepi, sampai Ngembak Geni.

Melasti: Dilakukan 3 hari menjelang Nyepi. Ritual ini dilakukan untuk membersihkan benda yang dimiliki atau benda sakral. Biasanya benda tersebut dicuci di daerah seperti sungai, laut, maupun mata air lainnya.

Tawur Kesanga (Mecaru): Dilakukan sehari sebelum Nyepi. Ritual ini sebagai bentuk penyucian diri atau unsur jahat dalam diri manusia. Masyarakat memberikan caru (sesajian) kepada para bhuta.

Pengerupukan: Setelah ritual Mecaru, dilanjut dengan menyebarkan nasi tawur, mengobor-obori rumah dan pekarangan, dan apapun itu yang menciptakan suara gaduh. Ritual ini dimaksud untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah. Biasanya, dimeriahkan oleh kehadiran ogoh-ogoh.

Nyepi: Umat Hindu pada hari itu akan berdiam diri di rumah selama 24 jam dan hanya berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan. Saat hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Ngembak Geni: Ini sebagai tanda bahwa berakhirnya masa penyepian. Masyarakat mulai melakukan aktivitas seperti biasa dan mulai melakukan Dharma Santi–mengunjungi rumah tetangganya untuk meminta maaf.

Unik bukan hari raya Nyepi ini? Yang kita kira hanyalah aktivitas berdiam diri di rumah selama 24 jam ternyata memiliki banyak makna untuk umat beragama Hindu, tentunya yang mayoritasnya banyak yang berada di Bali sekitar 87%-90%. Dengan ini kita jadi bisa lebih menghargai perbedaan antaragama dan lebih menguatkan toleransi dengan sesama.

Previous Article

Perayaan Natal 2024 dan Pentas Seni 2025

Next Article

LIVE IN ANGKATAN 61 

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Tim Kertas PL

Related articles More from author

  • ArtikelLainnya

    Batik

    November 12, 2018
    By Tim Kertas PL
  • BeritaLainnyaResensi

    Mengenal Lomba-lomba saat 17 Agustus

    October 16, 2019
    By Tim Kertas PL
  • BeritaLainnyaLiputan Berita

    PL Berbagi

    May 19, 2025
    By Tim Kertas PL
  • BeritaLainnyaWarta PL

    PAMERAN KARYA SISWA SMP PANGUDI LUHUR JAKARTA

    October 5, 2020
    By Tim Kertas PL
  • LainnyaPL CUP XXIV

    Fotografi

    November 6, 2022
    By Tim Kertas PL
  • LainnyaPL CUP XXIV

    Fashion Show

    November 6, 2022
    By Tim Kertas PL

Leave a reply Cancel reply

Artikel lainnya

  • ArtikelLainnya

    Chinese New Year 2023

  • LainnyaPL CUP XXIV

    Poster

  • BeritaLiputan Berita

    Tahun Ajaran Baru di SMP Pangudi Luhur

  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami
Copyright © 2025 Kertas PL. All rights reserved.