Kertas PL

Top Menu

  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami

Main Menu

  • Beranda
  • Liputan Berita
  • Artikel
  • Cerpen
  • Resensi
    • Buku
    • Film
    • Lagu
  • Galeri
    • Puisi
    • Gambar
  • Pengumuman
  • PL CUP XXIV
    • Opening PL CUP XXIV
    • Basket
    • Fashion Show
    • Futsal
    • Menyanyi
    • Poster
    • Mobile Legends
    • Bulu Tangkis
    • Fotografi
    • Valorant
    • Storytelling
    • Mewarnai
  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami

logo

Header Banner

Kertas PL

  • Beranda
  • Liputan Berita
  • Artikel
  • Cerpen
  • Resensi
    • Buku
    • Film
    • Lagu
  • Galeri
    • Puisi
    • Gambar
  • Pengumuman
  • PL CUP XXIV
    • Opening PL CUP XXIV
    • Basket
    • Fashion Show
    • Futsal
    • Menyanyi
    • Poster
    • Mobile Legends
    • Bulu Tangkis
    • Fotografi
    • Valorant
    • Storytelling
    • Mewarnai
  • LDK OSIS SMP PL JAKARTA TAHUN 2025

  • Juara Lomba Esai Tingkat Nasional

  • PL Art and Culture Festival 2025

  • Talk Show Warna Warni Profesi

  • Hari Kebangkitan Nasional 

Cerpen
Home›Cerpen›Perjuangan Terakhir

Perjuangan Terakhir

By Tim Kertas PL
March 19, 2019
1988
8
Share:

Angin malam berhembus kencang menerjang lapisan kulit setiap insan yang merasakan meski rembulan tampil dengan bulat sempurna meski bintang-bintang terang benderang menghiasi malam, namun pemandangan tersebut tak turut menghibur hati Sarah yang sedang padam bagai tersiram air yang deras.

Sarah adalah seorang anak yang berasal dari keluarga yang miskin. Kondisi keluarga yang membauat Sarah sudah tidak tahan dengan cobaan yang ada. Kondisi Ibu yang sakit-sakitan, bapak yang pengganguran dan ditambah dengan dua adik yang masih kecil membuat Sarah harus merasakan pahit nya kehidupan.

Bulir-bulir bening itu kembali menjelajahi lekuk pipi halusnya. Bermuara di kelopak mata, setetes jatuh yang lain pasti mengikuti juga. Seakan sepakat dengan duka, waktu berlagak penat lantas berputar perlahan. Membantunya meresapi tiap jengkal kepedihan dengan begitu khusuk. Sengguk dan isak kembali menjadi musik abstrak pagi itu, melatari munculnya si bola kuning raksasa yang ingin memulai semedinya di cakrawala. Pagi yang diawali dengan tetesan air mata. Membuat Sarah harus tetap tegar dan berdoa tiap pagi disambut indah nya mentari. Berjuang untuk keluarga yang harus ia hidupi.

Awal kisah itu dimulai saat perusahaan keluarga Sarah harus gulung tikar karena banyak utang yang disebabkan gagal nya investasi terhadap perusahaan tersebut. Mendengar kabar tersebut ibu nya Sarah jatuh sakit. Akibat kejadian tersebut, Sarah dan kedua adiknya harus berhenti melanjutkan sekolah. Sarah yang merupakan anak sulung dari keluarga nya harus mencari cara agar dapat menghidupi keluarga nya.

“Apa yang harus ku lakukan ?” batin Sarah. Di saat Sarah termenung, datanglah Ani dan Doni. “Kak Sarah jangan nangis lagi yaa,” kata adik nya yang paling kecil. Di dalam keluarga, Sarah mempunyai dua adik yang bernama Ani dan Doni. Ani adalah anak bungsu dalam keluarga mereka.

Sarah terus memikirkan cara-cara yang dapat dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarga. “Apapun caranya aku harus berhasil!” kata Sarah kepada adik-adik nya. “Iya kak, kita akan membantu kakak supaya ibu bisa sembuh dan bapak bisa bekerja lagi,” ujar kedua adik Sarah. Mereka seharian memikirkan bagaimana caranya supaya mendapatkan uang untuk keluarga Sarah. “ Kak, bagaimana kalau kita jualan aja di pinggir jalan?” kata Ani. “Ide kamu bagus, Cuma sebaiknya biar kakak saja yang jualan,” kata Sarah. Sarah tidak mau merepotkan kedua adiknya apalagi umur mereka yang masih dini tidak perlu merasakan susahnya kehidupan. Kalau mereka sakit malah nanti merepotkan.

Besok harinya di saat pagi buta, Sarah bersiap-siap untuk pergi jualan di pinggir jalan di tengah kota. “Sebaiknya aku menawarkan minuman dingin untuk para pengendara, mungkin saja mereka mau untuk membeli,” batin Sarah dalam hati. Sarah menjual minuman dingin dengan harga Rp 3.000 . Dengan harga segitu, Sarah berpikir kalau harga minuman tersebut adalah harga yang ideal. Ternyata, susah mendapatkan uang dari hasil jualan minuman. Namun, Sarah tetap bersikeras untuk menjual minuman dingin. Sarah tidak memikirkan kondisi tubuhnya yang semakin lemah. Ditambah dengan dia jarang makan setiap hari karena kekurangan makanan dirumah, membuat kondisi tubuh nya menurun.

“Ah sudahlah biarkan saja kondisi ku saat ini, yang terpenting aku bisa mencukupi kebutuhan keluargaku saat ini,” kata Sarah. Sarah tetap saja tidak memikirkan kondisi tubuhnya. Dia lebih memikirkan keluarga nya . Akhirnya Sarah pun jatuh sakit. Saat di bawa ke puskesmas terdekat, Sarah menghadapi penyakit kanker. Kanker otak yang sudah mencapai stadium 3 itupun tidak bisa membantu apa-apa melainkan menambah rasa sakit. Sarah pun termenung saat mengetahui berita kejadian tersebut. Dia tidak mau memberitahu kan keluarga nya, karena merasa merepotkan saja. Sarah menuliskan surat terakhir sebelum dia pergi. Dia menuliskan bahwa hidup itu adalah kebahagian. Kebahagian yang kekal hanya didapatkan di alam Surga. Sarah merasa selama ini dia sudah melakukan hal yang membuat dia merasa hidup itu butuh perjuangan. Orang yang bertahan adalah orang yang mau untuk berusaha dan berjuang.

Hidup Sarah tidak lama setelah dia mengetahui penyakit yang di deritanya. Dia menitipakan surat tersebut untuk keluarga nya. Surat yang berisi tentang pencapaian dan permohonan maaf atas salah yang telah ia buat. Inilah sebuah kisah tentang perjuangan yang terakhir oleh seorang gadis yang menyukai cahaya rembulan dengan perjuangan yang telah dilakukan. (Callista)

Previous Article

Pemilihan Ketua OSIS

Next Article

Ucapan Terima Kasih dari Ketua OSIS Periode ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Tim Kertas PL

Related articles More from author

  • Cerpen

    Niel dan Pahlawan Indonesia

    October 16, 2019
    By Tim Kertas PL
  • Cerpen

    Remote Ajaibku 

    February 20, 2022
    By Tim Kertas PL
  • Cerpen

    Kasih Sayang Itu Apa?

    January 24, 2019
    By Tim Kertas PL
  • Cerpen

    Ikan Ajaib

    February 20, 2022
    By Tim Kertas PL
  • Cerpen

    Star and Sky

    August 27, 2018
    By Tim Kertas PL
  • Cerpen

    Perasaan Riska

    November 12, 2018
    By Tim Kertas PL

8 comments

  1. Amadea Desideria Primasari Iustus 20 March, 2019 at 00:16 Reply

    Cerpen nya bagus banget

  2. Amadea Desideria Primasari Iustus 20 March, 2019 at 00:20 Reply

    Cerpen yg sangat menyantuh dalam kehidupan

  3. Sara nancy 20 March, 2019 at 00:22 Reply

    Bagus sekali karyanya

  4. Amadea Desideria Primasari Iustus 20 March, 2019 at 00:23 Reply

    Bagus banget cerpennya…menyentuh juga

  5. Amadea Desideria Primasari Iustus 20 March, 2019 at 00:25 Reply

    Cerpennya sangat menyentuh

  6. Dimas/7b/3 20 March, 2019 at 00:29 Reply

    Cerpen ini sangat bagus dengan penggunaan kata – kata yang baik dan benar. Walaupun ada kesalahan kata, tetapi tertutupi sehingga tidak terlihat sangat mencolok. #kertasplmaret2019

  7. Aqsha Kirara 27 March, 2019 at 00:20 Reply

    Cerpen ini indah banget. Juga sangat menyentuh. Cerpen ini mengajarkanku untuk selalu berjuang dan semangat walaupun sedang dalam keadaan susah.

  8. Helena Cahya Putri Indari 8C/12 27 March, 2019 at 00:22 Reply

    Wah cerpennya sangat bagus dan mudah dimengerti

Leave a Reply to Amadea Desideria Primasari Iustus Cancel reply

Artikel lainnya

  • Cerpen

    Star and Sky

  • ArtikelLainnya

    Sejarah Bulan Bahasa dan Sastra di Indonesia

  • BeritaLainnyaLiputan Berita

    KEMERIAHAN PL CUP KE-XXVI  

  • Beranda
  • Web Sekolah
  • Profil
  • Hubungi Kami
Copyright © 2025 Kertas PL. All rights reserved.